KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

BATAN Jadi Pusat Kolaborasi Nuklir Dunia

Rabu, 4 Desember 2019 5:35 pm
BATAN Jadi Pusat Kolaborasi Nuklir Dunia

Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) membuka kesempatan kepada industri dan segala pemangku kepentingan untuk memanfaatkan teknologi nuklir lewat lokakarya dan pameran untuk peran uji tak rusak dan analisis nuklir.

Hal itu dilakukan setelah sebelumnya BATAN ditunjuk oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sebagai pusat kolaborasi untuk Non-Destructive Investigation (NDI) atau uji tak rusak dan pemuliaan tanaman

“Dengan pengakuan ini, BATAN telah menjadi negara tujuan bagi negara-negara lain, khususnya di kawasan regional Afrika dan Asia-Pasifik untuk mengikuti pelatihan teknik uji tak rusak,” kata Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN Suryantoro dalam sambutan pada lokakarya dan pameran BATAN-IAEA Collaborating Center di Jakarta Selatan, Selasa. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Antara, Selasa (03/12/2019).

Penunjukkan itu, kata Suryantoro, merupakan hal yang membanggakan karena IAEA hanya menunjuk satu negara sebagai pusat kolaborasi atau collaborating center dalam empat tahun.

Proses BATAN menjadi pusat kolaborasi nuklir dunia

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk oleh Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) sebagai pusat kolaborasi atau collaborating center pengembangan teknologi nuklir.

“Ini sebenarnya capaian yang bagus untuk Batan karena selama ini di negara-negara manapun tidak ada dua collaborating center yang dimiliki oleh suatu negara, ini adalah satu-satunya terkait uji tak merusak dan pemuliaan tanaman,” kata Deputi Kepala BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Efrizon Umar kepada ANTARA di sela-sela acara Paparan Capaian Science Techno Park BATAN di Klaten, Jawa Tengah, Senin.

Dengan penunjukan sebagai collaborating center, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir Indonesia diakui dunia, dan Indonesia menjadi acuan maupun rujukan bagi banyak negara di kawasan Afrika dan Asia-Pasifik untuk mempelajari pemanfaatan iptek nuklir termasuk untuk peningkatan produktivitas pangan.

Efrizon mengatakan negara-negara di Asia dan Afrika dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk penguasaan iptek nuklir di bidang pertanian. “Di antaranya perwakilan dari Burkina Faso, Nigeria, Tanzania datang ke BATAN Pasar Jumat untuk mengadopsi kemampuan kita dalam pemuliaan tanaman,” ujarnya.

Negara-negara di kawasan Afrika yang datang ke Indonesia juga belajar dan mengadopsi teknologi tentang pemuliaan tanaman yakni sorgum yang merupakan makanan pokok di wilayah Afrika.

Indonesia dipilih sebagai collaborating center untuk dua bidang itu karena dinilai memiliki kapasitas baik dalam fasilitas seperti laboratorium maupun sumber daya manusia serta reputasi baik dalam pemanfaatan nuklir bidang pertanian.

BATAN berhasil menciptakan varietas-varietas unggul dengan teknik pemuliaan tanaman dengan radiasi gamma. Dengan varietas unggul itu, produktivitas pertanian meningkat dan pendapatan petani bertambah sehingga kesejahteraan mereka makin meningkat.

Pada 2014, untuk pertama kali IAEA menetapkan BATAN sebagai pusat kolaborasi bidang pemuliaan tanaman, kemudian penunjukkan itu diperbarui setiap empat tahun dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang mengurusi teknologi nuklir itu terpilih kembali sebagai pusat kolaborasi di bidang pemuliaan tanaman pada 2017. Sementara, sejak 2015 Indonesia ditunjuk oleh sebagai pusat kolaborasi untuk bidang uji tak rusak.

Dikutip dari abna24.com

https://id.abna24.com/news//batan-jadi-pusat-kolaborasi-nuklir-dunia_991029.html

%d blogger menyukai ini: