KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Dokter Surabaya Berhati Papua, Inspirasi dari Papua (1)

Minggu, 23 September 2018 3:10 pm

Meninggalkan Surabaya tempat asalnya, di mana kota yg penuh keramaian. Justru tertarik untuk melalang kebumi Papua mencari tantangan. Kini sungguh jarang menemukan generasi milineal yang tergoda pada daerah-daerah pinggiran. Apalagi di daerah terpencil. Zaman now lebih banyak menawarkan kesenangan daripada harus memilih menderita. Lebih nikmat di hiruk pikuk kota besar, dibanding turut merasakan keprihatinan saudara sebangsa di daerah yang masih terbelakang.

Adalah figur dokter Intan. Profil yang tampak bersahaja, imut dan penuh vitalitas. Datang ke Asmat pasca Kejadian Luar Biasa, untuk melakukan penelitian tentang kesehatan ibu dan anak. Berbicara soal kekurangan gizi demi perbaikan generasi yang lebih baik. Pentingnya menghadirkan para wanita yang sehat dan mampu lebih banyak berperan. Merekalah pemberi kehidupan yang dapat menentukan generasi berikut yang berkualitas.

Dokter muda ini jelas punya kepedulian. Pribadi yang berkomitmen untuk melakukan sesuatu bagi sasama. Tdk banyak bicara, apalagi berwacana. Tapi nyata apa yg dilakukan. Pengalaman selama 2 bulan, tentu banyak hal yang didapat. Tidak hanya menyaksikan, tapi mengalami dan merasakan sendiri. Bagaimana kehidupan masyarakat Asmat yang masih hidup dalam kesederhanaan. Mereka menyatu dengan alam. Dan begitu mempesona dalam budaya dan seni ukir yang tinggi.

PROFICIAT dokter Intan. Anda sebagai dokter dan pula sebagai novelis. Tulislah tentang kehidupan para mama Papua. Buatlah coretan bermakna bagi para wanita di Asmat. Goresan dengan penuh empati tentu akan selalu dikenang. Puji Tuhan, kalau suatu saat akan membawa perubahan. Para wanita Papua, mereka pun ingin sama dengan wanita Indonesia lainnya. Mereka merindukan kesamaan hak. Mereka butuh hidup yang lebih bermartabat.

Terima kasih adik dokter, ini sebutan gaya Papua. Sekali pun anda muslim, anda tidak melihat soal perbedaan. Bagi anda, tentu tidak penting hal warna kulit dan agama. Anda hadir karena kemanusiaan. Anda telah menempatkan hati bagi orang Papua, khususnya bagi para wanita di Asmat. Tentu, anda telah buktikan bagaimana keutamaan dalam kebersamaan dibumi Papua yang cinta damai. Sementara masih ada sebagian warga bangsa, yang kalau bicara tentang Papua terkesan takut. Anda hebat, datang dengan membawa hati. Tentu anda pulang dengan sejuta kenangan, yang tidak dimiliki generasi muda lain.

Sungguh terkesan, dengan penuh antusias anda mengikuti acara acara gerejani Katolik selama di Agats. Tentu anda tahu, bahwa di Asmat mayoritas penduduknya Katolik. Dengan penuh sukacita, anda turut merayakan HUT 60 tahun hadirnya Tarekat Salib Suci – OSC di Asmat. Begitu pula sewaktu perayaan HUT ke 16 tahun Uskup Alo Murwito OFM sebagai Uskup Agats.

Kami mendoakan anda, adik dokter Intan. Semoga semakin menjadi orang muslim beriman yang baik dan berguna bagi sesama. Sukses sebagai novelis muda dan karya-karyamu. Dan selamat berjuang untuk meraih cita-citamu dalam melanjutkan study dokter spesialis.

Sekali lagi, PROFICIAT.
Tuhan memberkati.
Foto dan tulisan oleh Benny Osok, pemerhati masalah sosial di Papua Selatan.

One thought on “Dokter Surabaya Berhati Papua, Inspirasi dari Papua (1)

%d blogger menyukai ini: