KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

GUGUR BUNGA

Kamis, 26 Maret 2020 1:45 pm
Perawatan Pasien Covid-19 (Foto Shutterstock)

Dr. Hadio Ali, Sp.S, dr. Djoko Judodjoko, Sp.B, dr. Laurentius P, Sp.KJ, dr. Adi Mirsaputra, Sp.THT, dr. Ucok Martin, Sp.P, dr. Toni D. Silitonga dan perawat Ninuk Dwi Pusponingsih telah wafat melawan COVID-19.

GUGUR BUNGA – Ismail Marzuki.

Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri

Padang Kuru, hari ke-14, dimalam hari. “Serbuuu…,” raung 1 haksahini pasukan raksasa Awangga yang dipimpin langsung oleh Adipati Karna. Dalam hujan deras seperti tercurah dari langit, mereka menyerbu markas besar Pandawa di Gragahtinulu. Pasukan Wirata pendukung Pandawa kocar-kacir. Mereka tak mengira akan mendapat serangan mendadak. “Help…help…,” mereka mencoba melawan sambil berteriak minta tolong. Kresna: “Pandawaaaa… kumpul! Bima, kesinilah deket aku!”Selanjutnya dia berkata: “Karna kicik. Dia menyerang diwaktu malam. Apaboleh buat. Sudah saatnya Gatotkaca memimpin pasukan Pringgondani.” Bima: “Tapi…” Kresna: “Tak ada tetapi. Aku sudah tahu apa yang akan kamu ucapkan. Relakan anakmu Gatot memenuhi kuwajiban sebagai Senapati.”

GUGUR BUNGA – Reff.

Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh seribu
Tanah air jaya sakti

Gatotkaca (Foto Rudolf Iskandar, pustakadigitalindonesia.com)

Gatotkaca Gugur bisa disepadankan dengan pahlawanku, 6 orang dokter dan 1 perawat. Ditandai dengan tertancapnya pusaka ampuh Kunta Wijayandanu kepusat Tetuka, praktis perang dipadang Kuru sudah usai. Karna tak punya senjata yang memadai lagi untuk bisa mengalah Pandawa. Seperti halnya Gatotkaca, 6 dokter dan 1 perawat, semoga tidak ada lagi, telah gugur dalam menanggapi panggilan. Pandawa sedih sedih tak terkira, demikian pula bangsa ini.

GUGUR BUNGA – Bait ke-2

Siapakah kini pelipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati.

Putri Alm. Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna MHSc, yang gugur pada 23 Maret 2020 di RS Persahabatan menjerit menyayat hati: “Hari ini makna #DiRumahAja yang sebagian dari kalian abaikan dan jadikan lelucon menjadi air mata bagi keluarga kami.” Hm… lelakon kok kaya ngene.

Sebenarnyalah, seperti Pandawa yang kembali bangkit setelah kena bantingan smackdown gara-gara Gatotkaca Gugur, kitapun harus begitu. Caranya? Ingat selalu #DiRumahAja dan jangan bertengkar.

GUGUR BUNGA – Bait ke-3

Gugur bungaku di taman bakti
Di haribaan pertiwi
Harum semerbak menambahkan sari
Tanah air jaya sakti

MERDEKA.
TANCEP KAYON.

SUD
Pengamat Wayang
Semarang – Bedhug tengange – Kamis, 26 Maret 2020.

%d blogger menyukai ini: