KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Gus Mus Bicara Soal Tepuk Pramuka ‘No Kafir’ di Yogya: Wong Mendem!

Selasa, 14 Januari 2020 6:41 pm
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Sleman. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di Sleman. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Sleman – Peristiwa Pembina Pramuka yang mengajarkan tepuk dan yel-yel menyinggung kafir di Yogyakarta disayangkan banyak pihak. Salah seorang di antaranya KH Mustofa Bisri atau Gus Mus yang juga merasa resah dengan hal itu.

“Ada keresahan luar biasa karena sekarang ini misalnya saya baca, sakit sekali kok ada ada Pramuka yel-yel ‘Islam Yes Kafir No’. Itu wong mendem, sampai gitu,” ucap Gus Mus.

Hal itu disampaikan Gus Mus usai menjadi pembicara dalam acara Dialog Kebangsaan “Merawat Persatuan, Menghargai Kebersamaan” di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir Kampus terpadu UII Jalan Kaliurang KM 14,5 Dusun Besi, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa (14/1/2020).

Menurut Gus Mus, orang yang mengajarkan yel-yel itu tidak paham agama. Sebab jika paham agama, sebaiknya bicara dengan cara yang disesuaikan dengan lawan bicaranya.

“Jangan anak TK dikuliahi seperti orang perguruan tinggi. Anak kecil jangan diajari perkara-perkara yang tidak benar,” tegasnya.

Ucapan kafir yang dilontarkan di depan anak-anak juga disebutnya sebagai kesalahan. Apalagi yel-yel itu diucapkan saat kegiatan Pramuka yang menurut Gus Mus tidak berkaitan sama sekali.

“Salah! Karena kita ini nggak ada yang kafir. Itu apa urusannya dengan Pramuka, nggak ada urusan,” katanya.

“Itu bodo dan gendeng orang itu. Nggak ada hubungannya,” lanjutnya.

Ulama asal Rembang itu mengatakan kejadian ini merupakan akibat dari orang yang belajar agama dengan cara yang tidak benar. Dia juga meminta semua pihak agar tidak mengungkapkan sesuatu yang belum diketahuinya.

“Orang yang ngomong gitu harus ngaji dulu. Ini akibatnya kalau ngomong soal agama kalau tidak belajar soal agama, itu yang menjadi masalah. Ngaji dulu lah,” pintanya.

“Dia cuma ikut-ikut saja, itu kan ikut atasannya,” ucapnya.

Gus Mus menekankan Tuhan menghendaki keberagaman. Sehingga orang beragama, lanjutnya, seharusnya menghargai keberagaman dan perbedaan. Dia menyarankan jika ada yang merasa terbebani saat beragama, sebaiknya hijrah dengan berpindah ustaz.

“Kalau beragama menjadi berat, terbebani, hijrah! Pindah ustaz. Gitu, gampang. Kalau ada ustaz, ngajak kita berkelahi, hijrah. Ustaz (ada) banyak kok,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pembina Pramuka asal Gunungkidul yang menjadi peserta kursus pembina pramuka mahir tingkat lanjutan (KML) Kwarcab Kota Yogyakarta bikin heboh.

Dia mengajarkan tepuk Islam dengan yel-yel ‘Islam Islam Yes, Kafir Kafir No’ ke para siswa saat praktik KML di SD N Timuran Yogyakarta.

Peristiwa ini terjadi Jumat (10/1) lalu sekitar pukul 10.00-11.00 WIB. Tepuk bertendensi sektarian tersebut terungkap setelah salah satu wali murid berinisial K buka suara. K tak terima setelah melihat sendiri ada pembina Pramuka mengajarkan tepuk demikian.

Dikutip dari detik.com

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4858524/gus-mus-bicara-soal-tepuk-pramuka-no-kafir-di-yogya-wong-mendem?single=1

%d blogger menyukai ini: