KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Kenalkan NSO, Pencipta Spyware Israel yang Susupi WhatsApp

Kamis, 11 Juli 2019 2:21 pm

Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp telah mengkonfirmasi adanya celah keamanan dalam aplikasi yang memungkinkan hacker menginstal perangkat lunak spyware. Perangkat lunak ini disuntikkan melalui WhatsApp telepon.

WhatsApp tidak menjelaskan berapa banyak pengguna yang terjangkiti spyware ini. Namun mendorong WhatsApp untuk melakukan pemutahiran siginifikan pada aplikasinya.

“Serangan itu dilakukan sebuah perusahaan swasta yang dilaporkan bekerja dengan pemerintah yang menebar spyware untuk mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel,” ujar WhatsApp seperti dikutip dari CNN International, Kamis (16/5/2019).

Seorang sumber yang akrab dengan penyelidikan spyware ini penyebut NSO Group yang berada di belakang aksi ‘pembobolan’ WhatsApp ini. 

NSO adalah perusahaan teknologi Israel bernilai jutaan dolar dengan berspesialisasi cyber-surveillance tools. Sesuai dengan lingkup di mana ia bekerja, perusahaan lebih memilih untuk bekerja dalam bayang-bayang. Para eksekutifnya jarang berbicara dengan media dan tidak banyak bicara tentang kliennya.

Produk andalannya adalah Pegasus, sebuah malware yang dirancang untuk melacak ponsel pengguna. Software ini dapat menginfeksi perangkat setelah mengklik tautan dalam pesan teks palsu, kemudian mereka punya akses penuh ke telepon.

NSO Group mengatakan teknologinya telah dilisensi badan-badan pemerintah, dan “untuk tujuan tunggal memerangi kejahatan dan teror.” Perusahaan tidak memiliki peran mengidentifikasi target, “ini dioperasikan oleh badan intelijen dan penegakan hukum,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Citizen Lab memperkirakan sudah ada 45 negara yang menggunakan software Pegasus. Saudi Arabia, Bahrain, Meksiko, Maroko dan Kazakhstan disebut pernah memakai teknologi ini untuk memata-matai beberapa warga negaranya.

Jamal Khashoggi, Jurnalis yang hilang di kedubes Arab Saudi di Turki

NSO mulai mendapat perhatian karena kasus Jamal Khashoggi, jurnalis yang terbunuh di kantor duta besar Arab Saudi di Turki. Omar Abdulaziz, teman Jamal Khashoggi, menuduh pemerintah Arab Saudi telah menguping pembicaraannya dengan Khashoggi dengan menggunakan spyware yang dibuat NSO Group.

Omar Abdulaziz telah menuntut NSO Group melanggar hukum internasional dengan menjual perangkat lunaknya kepada rezim yang menindas. Para peneliti di Citizen Lab percaya telepon Abdulaziz ditargetkan dengan spyware tingkat militeryang dikembangkan oleh NSO Group. 

“Peretasan ponsel saya memainkan peran utama dalam apa yang terjadi pada Jamal, saya benar-benar minta maaf untuk mengatakan,” kata Abdulaziz. “Rasa bersalah itu membunuhku.”

NSO sendiri telah membantah keterlibatan dalam pelacakan jurnalis Saudi atau pembunuhannya.

Dikutip dari cnbcindonesia.com

https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190516143210-37-72951/kenalkan-nso-pencipta-spyware-israel-yang-susupi-whatsapp

%d blogger menyukai ini: