KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Kisah Monyet-monyet yang Berkabung dan Merawat Anggota Keluarga Yang Mati

Senin, 18 November 2019 8:17 pm
monyet, empati, binatang, pemakaman, kematian

Sebuah kejadian tak terduga menunjukkan bagaimana kawanan monyet bersedih dan menggelar ‘upacara pemakaman’ untuk sesamanya.

Makhluk kecil itu diam tak bergerak di tanah ketika para monyet dewasa mengelilingi sosoknya yang tak bernyawa. Sekawanan binatang kecil itu saling menghibur dalam pelukan yang muram.

Anda tidak perlu menjadi ahli perilaku hewan untuk mengenali yang terjadi dalam adegan ini. Kita mungkin menganggap kesedihan sebagai pengalaman manusia yang unik. Tapi kejadian ini dan banyak kejadian lainnya membuktikan, bukan hanya manusia yang berkabung untuk sesamanya yang mati.

Untuk mendokumentasikan pasukan monyet Langur di India, kru Spy in the Wild menggunakan monyet animatronik yang dilengkapi kamera bawaan. Dia adalah monyet mata-mata.

Para monyet menerima penyelundup ke tengah-tengah mereka, lalu salah satunya berusaha mencoba jadi pengasuh bayi. Namun, dia tak sengaja menjatuhkan si monyet mata-mata dari ketinggian. Tentu saja si mata-mata tidak bangun (ingat, dia bukan monyet sungguhan).

Monyet yang menjatuhkannya pun tampaknya percaya bahwa makhluk mungil itu sudah mati. Apa yang terjadi selanjutnya adalah tampilan yang mengharukan.

Primata yang berduka atas kematian sesamanya bukanlah fenomena yang baru-baru ini diamati. Penelitian menemukan bahwa banyak spesies primata menunjukkan tanda kesedihan.

Namun lama dan intensitas periode berkabung bervariasi di antara spesies.

Mereka juga menunjukkan tanda-tanda depresi setelah kehilangan, gagal menanggapi rangsangan yang sebelumnya memicu reaksi positif.

Salah satu kasus paling ekstrim dicatat dalam keluarga simpanse oleh Jane Goodall pada tahun 1972. Ketika seekor betina bernama Flo mati, putranya, Flint, yang sangat bergantung pada ibunya, mulai menunjukkan gejala-gejala depresi klinis. Flint tak mau ikut serta dalam interaksi sosial dan menolak makan.

Akhirnya sistem kekebalan tubuhnya runtuh dan dia pun mati satu bulan setelah kematian ibunya.

Sebuah studi tahun 2014 mengamati bahwa primata tidak hanya berduka. Beberapa primata juga terlihat merawat anggota pasukan mereka yang sekarat.

Seekor marmoset (monyet berukuran mini) berkelamin betina jatuh dari pohon. Kepalanya membentur benda keras di tanah.

Marmoset jantan yang menjadi pasangannya selama sekitar tiga setengah tahun terakhir lalu melindunginya dari perhatian marmoset lain, sampai dia meninggal dua jam kemudian.

monyet, empati, binatang, pemakaman, kematian
Marmoset Biasa juga disebut Marmoset berumbai putih atau Marmoset bertelinga kapas.

Kelompok primata tertentu, seperti kera Jepang dan monyet howler, pernah terlihat menggelar “perkabungan” untuk kawan mereka yang mati.

Duka mereka bisa bertahan hingga lima hari. Pada tahun 2018, Pusat Satwa Liar Camperdown di Dundee, Skotlandia, ditutup selama kurang dari satu minggu agar para kera ekor singa bisa berkabung ketika salah satu anak mereka mati.

Namun, kadang-kadang, alih-alih menjaga mayat, bayi yang meninggal dibawa saat kelompok berpindah. Ibu primata diketahui membawa mayat bayinya dalam waktu yang lama (10 hari atau lebih lama).

Namun perdebatannya adalah apakah ibu-ibu ini benar-benar sadar bahwa anak mereka telah meninggal?

Mereka membawa anak mereka yang telah tak bernyawa dengan cara yang tidak biasa, termasuk terbalik dan menyeretnya ke lantai. Yang menarik, kera Jepang tercatat membuat vokalisasi khusus hanya setelah kematian bayi, yang menyiratkan tingkat kesadaran tertentu.

monyet, empati, binatang, pemakaman, kematian
Simpanse menggunakan berbagai alat untuk mencari makan, berburu, dan makan bersama.

Sejauh mana primata memiliki pemahaman tentang ‘menghormati yang mati’? Tampaknya pemahaman ini berbeda-beda. Pada salah satu ujung spektrum, ada kanibalisme, yang jelas menandai transisi dari keluarga ke sumber daya.

Namun pada tahun 2017 di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust, Zambia, seekor simpanse menggunakan alat sederhana untuk membersihkan gigi sesama simpanse yang telah mati.

Simpanse memang sering nampak membersihkan gigi saat masih hidup, namun ini adalah pertama kalinya itu terlihat dilakukan sebagai upacara pemakaman.

Dikutip dari bbc.com

https://www.bbc.com/indonesia/vert-earth-50218655

%d blogger menyukai ini: