KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

POROS TEUKU UMAR-KERTANEGARA

Selasa, 13 Agustus 2019 8:48 am

Karpet merah untuk Ketua Umum GERINDRA, Prabowo Subianto. POROS TEUKU UMAR-KERTANEGARA mulai bertiup dipermukaan. Ibunda Banteng Moncong Putih, Mergawati Soekarnoputri turun tangan memberi petunjuk penyambutan. Dia menginstruksikan para peserta Kongres ke-V PDIP di Bali agar memberi tepukan yang meriah bagi tamu khususnya. Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang juga Ketua Orgazising Committe Kongres, yang digelar di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, Kamis 8 Agustus 2019 mengatakan: “Jangan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung undangan. Apalagi ada undangan terhormat seperti Pak Prabowo yang hadir. Jadi jangan sampai ada yang bilang, huuu, jangan begitu.” Dalam pidatonya, Mega menyanjung: “Terima kasih kepada Ketua Umum Gerinda, Bapak Prabowo Subianto yang telah berkenan hadir menghangatkan kongres ke-V PDIP.” Bagaimanakah halnya dengan Ketua Umum NASDEM. Dia dipersilakan duduk dikursi VVIP paling depan, bergerombol dengan Ketua Umum Partai lainnya, tiada sapa akrab. Suasana pertemanan terasa hambar. Jan, kaya bakmi ilang motto-ne.

POROS TEUKU UMAR-KERTANEGARA sempat menjadi wacana dalam cerita Samba Juwing episoda Gojali Suta. Untuk menolak secara halus cinta Boma Narakasura, Dewi Haknyanawati minta kepada suaminya itu untuk dibuatkan jalan lurus atau poros Trajutrisna-Tasikmadu. Padahal dia tahu, itu tak mungkin. Poros itu akan menabrak Astana Gadamadana, tempat dikebumikan para leluhur raja-raja negeri Mandura. Sebenarnyalah itu hanya tak-tik, agar Boma mengurungkan pernikahan. Dengan demikian Haknyanawati akan bebas yang-yangan dan menikahi Samba.

Samba Juwing (Foto Hendricus Sardjito )

Poros Trajutrisna-Tasikmadu bisa disepadankan dengan POROS TEUKU UMAR-KERTANEGARA, yang membuat risau Surya Paloh dkk. Seperti halnya Boma yang tidak mudheng akan tujuan permintaan isterinya, kitapun masih berteka-teki akan maksud dibuatnya poros itu. Bila ingin mendinginkan suasana, mengapa tidak dicukupkan dengan diplomasi MRT Lebak Bulus? Mengapa Megawati masih golek perkara dengan nekad menarik GERINDRA, walau ditolak oleh kawan-kawan koalisi yang lain. Bayangkan, GERINDA hanya memiliki 12,57% kursi di DPR, sedang NASDEM, GOLKAR, PKS dan PPP memiliki kursi 35,57%. Seperti halnya Haknyanawati, rupa-rupanya Megawati juga membiarkan orang berteka-teki apa maksud dibuatnya poros itu. Apa itu ada kaitan dengan Kesepakatan Bersama antara PDI-P dan GERINDRA 16 Mei 2009 yang dikenal dengan Perjanjian Batu Tulis, ya silakan berspekulasi, termasuk spekulasi agar Surya Paloh jangan coba mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Seperti diketahui, dalam point 7 kesepakatan disebutkan: “Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014.” Apakah POROS TEUKU UMAR – KERTANEGARA dimaksudkan kondisioning 2024, Bomanarasura-pun sedang sibuk menebak-nebak. MERDEKA.
TANCEP KAYON.

SUD.
Pengamat Wayang
Semarang – Tan-na jalma kadulu, jejer kari dhiri pribadi – Selasa, 13 Agustus 2019.

%d blogger menyukai ini: