KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Revisi Undang-Undang Sisdiknas

Minggu, 11 Agustus 2019 8:17 am
Tukiman Tarunasayoga (JC Tukiman Taruna)
Ketua Dewan Penyantun UNIKA Soegijapranata Semarang

Catatan Mingguan: 4 Agustus-10 Agustus 2019

Seputar Kongres V PDI-Perjuangan di Bali (8-10 Agt) ada sejumlah hal menarik untuk dicatat atau sekurangnya diingat publik. Salah satu yang  sangat “mengharuskan” dicatat untuk minggu ini ialah salah dua  dari 23 sikap politiknya, yaitu sikap politik butir 17 dan 18. Khusus untuk catatan minggu ini fokusnya pada butir 17 yang berbunyi: “Negara wajib mendorong revisi Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 untuk meningkatkan kualitas pendidikan keilmuan dan karakter yang dilandaskan kepada nilai-nilai Pancasila.”  (Sementara butir 18 membahas tentang perguruan tinggi).

Ada tiga kata kunci yang menarik, satu perihal “Negara wajib mendorong, ”dua “revisi UU Sisdiknas 2003,“ dan tiga “meningkatkan kualitas.”  Sebagai partai pemenang pemilu 2019, ungkapan “Negara wajib mendorong” mengindikasikan betapa PDI-Perjuangan pasti akan all out memperjuangkannya. Artinya, lewat berbagai saluran resmi, partai ini sudah barangtentu akan sesegera mungkin merealisasikan sikap politiknya itu, dan daya dorongnya (baca: gebraknya) pasti kuat. Pertanyaannya ialah:  Apa yang segera harus terwujud? Jawabannya sudah jelas, yakni terjadinya revisi atas Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Revisi mempunyai makna tunggal, yaitu perbaikan. Konsep, draft, pokok pikiran, rumusan, dan lainnya semacam apa pun jika disebut perlu revisi atau direvisi berarti harus (segera) diperbaiki, bisa dalam arti perlu dilengkapi hal-hal yang kurang, bisa juga justru dibuang atau dikurangi hal-hal yang tidak perlu atau tidak relevan lagi. Apakah dalam dorongan perlu dilakukannya revisi semacam itu,  kelak akan berarti diganti yang baru sehingga nantinya aka nada Undang-undang sistem pendidikan nasional baru? Kita lihat perkembangannya.

Dalam dua bulan terakhir ini, (secara kebetulan saja?) saya memang sangat intensif membaca dan menganalisis pasal demi pasal dari UU Sisdiknas itu. Sejumlah tulisan pendek juga saya buat. Seolah gayung bersambut, sikap politik butir 17 seperti terkutip di atas memacu saya untuk lebih intens mendalami kandungan makna UU no 20 tahun 2003 ini. Dan pacuan itu semakin kencang karena kata kunci ketiga, yaitu “meningkatkan kualitas”  pendidikan keilmuan dan karakter.

Meramu kata kunci satu, dua, dan tiga, saya mengusulkan revisi UU Sisdiknas sebagaimana menjadi sikap politik PDI-Perjuangan tidak perlu menjadi “mengganti” UU Sisdiknas itu, -karena akan terlalu lama waktu yang akan ditempuh- . Terkait dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan keilmuan dan karakter yang dilandaskan kepada nilai-nilai Pancasila, UU Sisdiknas perlu disempurnakan pasal-pasalnya. Bila revisi ini fokusnya pada penyempurnaan dan relevansi, kecuali akan terwujud lebih cepat, juga tidak akan membawa “kehebohan” yang tidak perlu. Bagaimana penyempurnaan pasal-pasal perlu dilakukan? Tulisan-tulisan saya berikutnya semoga memberi sumbangan ke sana.

%d blogger menyukai ini: