KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

SEMBELIT ROCKY GERUNG

Jumat, 12 Juli 2019 1:03 am

Rocky Gerung ngunek-unek-ke MK sebagai Mahkamah Sembelit. MK tidak mau melakukan tindakan diluar batas kewenangan yang diberikan UU. “Nah itu yang tidak dilakukan MK. MK kayak Mikrolak (obat pencahar), mengalami sembelit. Bahasa kedokterannya sembelit itu konstipasi. Jadi Mahkamah Konstipasi, jadi mahkamah yang mengalami sembelit karena tidak bisa mencerna makanan yang namanya justice. Karena pencernaannya memang tidak dirancang untuk menghasilkan energi berdasarkan enzim justice,” ujarnya.

SEMBELIT ROCKY GERUNG juga dialami Anoman dalam cerita Anoman Duta. Ketika Shinta bertemu Anoman di Taman Soka, dia berkata: “Ayolah Anoman! Selamatkan aku dari tempat terkutuk ini. Aku sudah tak tahan lagi. Aku ingin segera bertemu dengan dia yang paling kucinta, Pengeran Rama Regawa.” Anoman: “Mohon maaf Raden Ayu. Aku tidak bisa. Aku hanya di-dhawuh-i menyampaikan cincin dan menyelidiki kondisi negeri Alengka.” Shinta kecewa, tapi tidak memaki. Dia hanya walk out dari tempat pertemuan.

(Foto asatu.id)

Aksi walk out Shinta bisa disepadankan dengan SEMBELIT ROCKY GERUNG. Bedanya, Shinta dicukupkan dengan walk out, tapi Rocky Gerung kelihatannya tidak puas bila belum memaki dengan ujaran sembelit. Seperti halnya Anoman yang tak mau melakukan sesuatu diluar porsi perintah Rama, hal sama dilakukan oleh MK. Hakim Konstitusi secara aklamasi menolak mengambil sikap diluar batas kewenangan yang diberikan UU No.: 24 Tahun 2003 dan memutuskan sengketa Pilpres 2019 “Demi Keadilan Berdasarkan KeTUHANAN Yang Maha Esa”. Inilah yang membuat Rocky berang. Dia ingin agar MK melakukan tindakan sebaliknya. Kalau tidak, berarti MK sembelit. Sebenarnyalah, banyak masalah bangsa yang ingin kita selesaikan. Untuk itu perlu dibuat kesepakatan bersama dalam bentuk peraturan perundang-undangan agar teratur, efektif dan efisien. Banyak lembaga atau badan yang karena perintah UU ditugaskan untuk menangani Pilpres 2019. Semua punya hak, kuwajiban dan agar tidak bertabrakan maka semua diatur sesuai wewenang serta wilayah kerja masing-masing. Bisa dibayangkan betapa runyam penyelenggaraan Pilpres bila masing-masing punya diskresi keluar dari UU seperti keinginan Rocky Gerung. Bahwa Rocky tidak puas bila Paslon 02 kalah dan akan memaki, ya itu sudah bisa diperkirakan. Sekarang ini, Paslon 02 kembali mengajukan kasasi ke MA. Gugatan ini sempat diwarnai gontok-gontokan intern GERINDRA. Waketum GERINDRA, Sufmi Ahmad mengatakan, tim lawyer tidak melakukan koordinasi. Langsung daftar ulang. Tak terima dibilang, ujas-ujus, Advokat Nicholay Aprilindo membantah: “Permohonan PAP yang kedua yang telah diterima dan teregister pada Kepaniteraan MA pada 3 Juli 2019 dalam Permohonan No.2 P/PAP/2019, berdasarkan surat kuasa langsung dari prinsipal yang ditandatangani oleh capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi.” Saya menduga, bila gugatan itu ditolak, Rocky Gerung akan memaki MA sembelit, atau istilah lain yang lebih nge-jreng dibanding SEMBELIT ROCKY GERUNG. MERDEKA.
TANCEP KAYON

SUD
Pengamat Wayang
Semarang – Ana dongeng rumeksa ing wengi – Jum’at, 12 Juli 2019.

%d blogger menyukai ini: