KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Sri Mulyani Waspadai Perang Dagang AS-China Berlarut-larut

Kamis, 16 Mei 2019 2:07 am
Sri Mulyani Waspadai Perang Dagang AS-China Berlarut-larut
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang kemungkinan akan berlangsung cukup lama. Pasalnya, perang dagang dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini akan menyeret pertumbuhan ekonomi global.

“Yang harus kami waspadai adalah sinyal-sinyal bahwa situasi ini tidak akan reda dalam jangka pendek karena pola konfrontasinya itu sangat head to head,” ujar Sri Mulyani di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (15/5).

Secara diplomatis, kedua negara sudah berusaha meredakan ketegangan melalui upaya negosiasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Bahkan, upaya untuk mencapai kata sepakat bisa jadi akan lebih sulit ke depan.

Hal itu tercermin dari aksi balas pengenaan tarif impor yang dilakukan kedua negara pekan lalu. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap impor produk China yang nilainya mencapai US$200 miliar.

Sebaliknya, China mengumumkan tarif pembalasan atas impor barang-barang AS senilai US$ 60 miliar, di antaranya gas alam cair dan minyak mentah AS.

Sebenarnya, imbas negatif dari perang dagang telah dirasakan oleh China di mana sektor manufakturnya melambat. Karenanya, untuk menjaga agar target pertumbuhan ekonominya bisa tercapai di level 6 persen, China akan memberikan stimulus yang akan berpengaruh pada sektor keuangannya.

Sementara di AS, dampak perang tarif bisa memicu inflasi yang dapat mendorong tingkat suku bunga dan menyeret daya beli masyarakatnya. Akibatnya, pertumbuhan ekonominya terancam melandai.

“Jadi, situasi ini memang sangat menekan untuk kondisi di masing-masing negara,” ujarnya.

Melihat hal itu, pemerintah menyadari ekspor akan sulit untuk bisa menggerakkan perekonomian domestik. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menurunkan permintaan dunia terhadap produk ekspor Indonesia. Kondisi ini bisa mengancam target pemerintah untuk mendorong perkembangan sektor industri.

Untuk itu, pemerintah harus memiliki siasat dalam menghadapi perkembangan yang ada dengan memperkuat sektor domestik dan meningkatkan investasi.

“Kita (Indonesia) harus terus melihat aspek domestik kita dan (ketegangan AS-China) ini harus terus menjadi kewaspadaaan bagi kita,” pungkasnya.

Dikutip dari detik.com

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190515164308-532-395173/sri-mulyani-waspadai-perang-dagang-as-china-berlarut-larut

%d blogger menyukai ini: