KRANJINGAN.COM

TETEP SEMANGAT & GEMBIRA

Surat Terbuka dari Senior Natalius Pigai

Sabtu, 19 Januari 2019 7:14 pm

Benny Osok, Senior Natalius Pigai saat masih aktif di PMKRI, menuliskan surat terbuka untuk menanggapi komentar Natalius yang diberitakan di beberapa media. Berikut ini Tulisan Kakak Benny selengkapnya:

Natalius Pigai menyaksikan Debat (Foto Facebook.com)

Surat Terbuka Untuk Adikku Natalius Pigai.

Tergelitik juga membaca tulisan adik Natalius Pigai sehari setelah DEBAT Paslon Presiden. Nalar sehat saya mengatakan lain, berbeda dengan tulisan dimaksud. Natalius menonton langsung sebagai saksi debat, saya hanya saksi rumahan diantara jutaan pirsawan senusantara. Menyaksikan sama dan kalau berbeda terletak pada persepsi dan obyektivitasnya.

Sebagai sesama alumni PMKRI Yogyakarta tentu kita memiliki spirit dan paham yang sama tentang 3 benang merah. KRISTIANITAS – INTELEKTUALITAS dan FRATERNITAS. Hymne PMKRI “Bhayangkara Gereja” telah menegaskan bahwa mahasiswa “JUJUR PERWIRA”. Dan semboyan PMKRI sebagai wadah kaderisasi adalah” Pro Ecclesia et Patria ” – Cinta Gereja Cinta Tanah air.

Nilai2 inilah yang jadi dasar perjuangan setiap kader PMKRI dimana pun dia berada dan diladang pengabdian apapun. Saya pribadi sungguh bangga, bilamana ada adik2 alumni yang dapat tampil di pentas nasional, apalagi berasal dari Papua. Yang terpenting, punya kontribusi nyata bagi bangsa dan negara yang kita cintai. Saya pun tahu, bahwa nama besar Natalius PIGAI berawal dari mana dan siapa yang punya andil besar dalam melapangkan jalan karier hidupnya.

Peran Gus Dur begitu besar dalam “mengangkat nasib” Natalius Pigai masuk kancah nasional untuk berkiprah. Gus Dur adalah bapa bangsa dan negarawan, sudah tentu yang diharapkan “anak angkatnya” akan mengikuti rekam jejak sang gurunya. Namun kini, yang kita saksikan bahwa adik Natalius Pigai tidak lebih sebagai figur kontroversial. Baik pernyataan maupun tulisan2nya diberbagai media terlalu sering menimbulkan pro dan kontra. Hampir tidak pernah ada gagasannya yang positip dan menyenyukkan. Sungguh sangat ironis, ketika negara2 dunia mengapreasi kepemimpinan presiden RI saat ini, justru segelintir anak bangsa laten menyuarakan sikap pesimisme. Indikator penilaian tentu jelas dan terukur ; Leadership, prestasi dan kinerja.

Masuk awal dalam lingkaran kekuasaan di kementerian tenaga kerja dan transmigrasi. Pertanyaan refleksinya ;

  • Apa yang telah dilakukannya guna membangun spirit, karakter dan etos kerja orang Papua dalam menghadapi persaingan global dalam hidup yang semakin kompetitif?
  • Dampak dari kehadiran warga transmigrasi, adakah gagasan dan konsepnya bagaimana orang Papua dapat hidup berdampingan diatas tanah2 adat sendiri agar lebih giat dan sama2 produktif?

Sewaktu di Komnas HAM sebagai salah satu komisioner, apakah lantang ;

  • Menyuarakan keadilan bagi orang Papua, hasilnya apa? Contoh ; Karena pembangunan yang terabaikan maka harga2 barang yang begitu mahal.
  • Sering terjadi pelanggaran2 HAM yang tidak pernah terselesaikan sampai saat ini.
  • Manakala kaum minoritas, baik etnis dan agama mengalami diskriminasi. Bahkan sekarang adikku sadar berada diposisi yang mana?
  • Para pemilik modal yang se mena2 menguasai hak2 Ulayat masyarakat adat dan terus bermasalah hingga kini.

Kini, saatnya adikku sudah diluar gelanggang kekuasaan, rupanya pola berpikir dan orientasinya sungguh berbanding terbalik. Peran pemerintah seolah tidak ada lagi yang benar dan baik, semuanya bobrok. Presiden sebagai kepala negara, dengan sangat mudah dituduh, dihujat, difitnah bahkan menjurus pada penghakiman. Begitukah, kecerdasan seorang mantan komisioner HAM berbicara soal keadilan dan kebenaran?

Mengutip pernyataan peringatan dari Prof. Dr Franz Magnis Suseno SJ

” PEMILU bukan untuk memilih yang terbaik, tapi untuk mencegah yang terburuk berkuasa “

Closing Statemen Paslon 01,

  • Kami tidak punya potongan diktator atau otoriter.
  • Kami tidak punya rekam jejak melanggar HAM.
  • Kami tidak punya rekam jejak kekerasan.
  • Kami tidak punya rekam jejak korupsi.
  • Dan kami gunakan semua kewenangan yang kami miliki untuk bangsa ini.

ADAKAH YANG SALAH DAN BURUK ?

Salam dan hormat
Untuk adikku Natalius Pigai.

Benny Osok
Pemerhati masalah sosial di Papua.

Berikut ini Link Pendapat Natalius Pigai Tentang Jokowi.

http://medan.tribunnews.com/2019/01/18/natalius-pigai-sebut-pengetahuan-jokowi-belum-sampai-untuk-seorang-kepala-negara-ini-penjelasannya

One thought on “Surat Terbuka dari Senior Natalius Pigai

%d blogger menyukai ini: